LEMBAGA BANTUAN HUKUM (LBH) DHARMASASTRA

,

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dharmasastra merupakan sebuah lembaga non profit yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. LBH Dharmasastra adalah  Lembaga Bantuan Hukum yang didalamnya bernaung Para Advokat/Pengacara atau Paralegal yang professional. Lembaga ini lahir karena adanya sebuah tujuan untuk membantu masyarakat yang tidak  mampu baik secara ekonomi maupun kedudukannya secara strata sosial. Selain itu terdorong karena keinginan dalam penegakkan keadilan dan kedudukan yang sama di depan hukum. Jika kita lihat memang dalam berbagai contoh kasus sering kali hukum tumpul keatas akan tetapi sangat tajam ke bawah, disinilah yang dibutuhkan peran dari para Advokat/Pengacara dalam membantu masyarakat khususnya Semeton Nyame Bali di Lampung.

 

Bahwa selain itu, LBH Dharmasastra juga mempunyai maksud dan tujuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

  1. Kegiatan dibidang sosial

 

  1. Mendirikan Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) di setiap lingkungan Pengadilan, baik itu Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama maupun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) diseluruh wilayah Republik Indonesia.
  2. Mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga dan/atau instansi-instansi baik itu instansi pemerintah maupun swasta.
  3. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Bantuan Hukum bagi Advokat, Calon Advokat, Pembela umum, Paralegal, Dosen serta Mahasiswa Fakultas Hukum yang bersedia sebagai Pemberi Bantuan Hukum.
  4. Menjadi tempat magang bagi Calon Advokat, Advokat, Pembela umum, Paralegal, Dosen serta Mahasiswa Fakultas Hukum.

 

      2. Kegiatan dibidang Kemanusiaan

  1. Memberi bantuan hukum baik didalam maupun diluar Pengadilan secara Cuma-Cuma kepada masyarakat yang tidak mampu dan/atau masyarakat luas yang tertindas.
  2. Menyelenggarakan penyuluhan hukum, konsultasi hukum dan program kegiatan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan bantuan hukum.
  3. Berperan aktif dalam penegakan hukum, proses hokum dan pembaharuan hokum sesuai dengan UUD 1945 dan Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights).
  4. Membina dan memperbaharui hukum dan mengawasi pelaksanaannya. 

 

Bahwa maksud dan tujuan kegiatan-kegiatan tersebut diatas selain bertujuan untuk memberikan bantuan dalam mencari keadilan kepada masyarakat juga tempat bagi para mahasiswa dalam mempraktekkan ilmunya, juga tempat yang bisa menunjukkan bahwasannya teori kadang kala tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Serta dengan didirikannya LBH ini, masyarakat semakin mudah dalam mencari keadilan dalam bantuan dan pelayanan hukum.

Jadi, dengan didirikannya LBH Dharmasastra ini, diharapkan agar menjadi wadah/tempat berkeluh kesah atau tempat mengadu bagi kita semua umat Hindu khususnya yang ada di Lampung jika terkena permasalahan hukum, baik itu hukum pidana, perdata (perceraian, sengketa waris, sengketa tanah, hutang piutang, dll) serta Hukum Tata Usaha Negara. 

 

Profesi Advokat/Pengacara

Profesi Advokat/Pengacara adalah profesi yang mulia dan terhormat (offium nobile), menjalankan tugas pekerjaan menegakkan hukum di pengadilan  bersama Jaksa dan Hakim (official’s of the court) dimana dalam tugas pekerjaannya dibawah lindungan hukum dan undang-undang yang dalam hal ini adalah UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Bahwa berdasarkan Pasal 2 UU No.18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang dapat diangkat sebagai Advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi Advokat (PKPA) yang dilaksanakan oleh Organisasi Advokat.  Selain dari itu, harus juga memenuhi syarat-syarat sesuai dengan Pasal 3 UU No.18 Tahun 2003 tentang Advokat yaitu :

  1. Warga negara Republik Indonesia;
  2. Bertempat tinggal di Indonesia;
  3. Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara;
  4. Berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun;
  5. Berijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1);
  6. Lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat;
  7. Magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor Advokat;
  8. Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  9. Berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan mempunyai integritas yang tinggi.

 

Jadi, jika diantara kita yang ingin menggeluti profesi Advokat/Pengacara, maka harus memenuhi semua persyaratan tersebut diatas. Serta harus didukung juga dengan fisik dan mental yang kuat. Terimakasih. (Penulis: Wayan Saka, SH)

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image