HAM PERSPEKTIF AJARAN AHIMSA DALAM AGAMA HINDU

,

Negara wajib melindungi semua yang ada dalam kedaulatan negara tersebut, di Negara Kesatuan Republik  Indonesia,  manusia, alam beserta isinya dilindungi dan memiliki hak untuk dilindungi secara hukum. Manusia yang hidup di Indonesia disebut dengan rakyat atau orang Indonesia serta orang yang datang di Indonesia harus tunduk kepada hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Demikian juga halnya seluruh kekayaan alamnya baik hewan, tumbuh-tumbuhan dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya wajib dilindungi oleh negara, hal ini dapat dilihat dengan adanya dua jenis hukum yang berlaku di Indonesia yaitu hukum privat dan hukum publik.

 

Hukum privat adalah hukum yang mengatur hubungan antara sesama manusia, antara satu orang dengan orang yang lainnya dengan menitik beratkan pada kepentingan perorangan, hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hukum privat meliputi hukum perdata dan hukum dagang.

 

Hukum publik adalah hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapan atau hubungan negara dengan warga negaranya, yang mana hukum publik terdiri dari :

Hukum tata negara

Hukum administrasi negara

Hukum pidana

Hukum internasional

 

Tujuan dari hukum tersebut menurut Prof. Mr.Dr.I.J. Apeldoom dalam bukunya “inleiding tot de studie van het nederlandse recht” menyatakan bahwa tujuan hukum adalah untuk mengatur segala pergaulan hidup manusia dengan secara damai. Dengan demikian hukum menghendaki suatu perdamaian.

 

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu memiliki hubungan antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga sudah tentu juga antara yang satu dengan yang lainnya akan memiliki kepentingan serta tujuan yang berbeda – beda dan untuk mencapainya tentu dengan cara yang berbeda-beda pula, yang merupakan hak setiap individu yang di sebut dengan HAM.

 

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak – hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia sebagai anugrah Tuhan yang dibawa sejak lahir. Sedangkan HAM menurut perserikatan bangsa-bangsa adalah hak-hak yang melekat dengan kemanusiaan kita sediri, yang tanpa hak itu mustahil hidup sebagai manusia.

 

Komvenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200A (XXI) tertanggal 16 Desember 1966, terbuka untuk penandatangan, Ratifikasi dan Aksesi Mukadimah pasal 26 menyatakan:

Semua orang berkedudukan sama dihadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama, tanpa diskriminasi apapun. Mengenai hal ini, hukum melarang segala bentuk diskriminasi dan menjamin kepada semua orang akan perlindungan yang sama dan efektif terhadap diskriminasi atas dasar apapun seperti  ras, warna kulit, jenis kelamin , bahasa, agama, pandangan politik dan lainnya, asal usul kebangsaan atau status sosial, kekayaan, kelahiran dan lainnya.

 

Dalam ajaran agama Hindu  hak – hak setiap manusia, mahluk hidup selalu dihormati karena ini sangat disadari oleh umat Hindu bahwa setiap yang hidup pasti ada yang menciptakan dan memiliki rasa yaitu rasa senang, rasa sedih, rasa sakit dan lain sebagainya sehingga ini harus dijaga, harus dihormati  hal ini dapat dilihat bahwa umat Hindu menghormati binatang dan tumbuhan yang sering disebut  dengan ( rahinan tumpek ). Untuk itu umat Hindu memilik konsep  yang disebut Panca Yama Brata yakni lima macam pengendalian diri dalam prilaku manusia sebagai senjata dalam berinteraksi sosial sebagaimana manusia dikodratkan sebagai makhluk sosial. Panca Yama Brata terdiri dari lima pengendalian diri antara lain :

  1. Ahimsa
  2. Brahmacari
  3. Satya
  4. Awyawaharika
  5. Asteya atau Astenya

 

Ahimsa

Terdiri dari dua kata “a”  artinya tidak, dan “himsa”  menyakiti, jadi ahimsa artinya tidak menyakiti, melukai atau membunuh mahluk lain baik melalui pikiran, perkataan, dengan tingkah laku yang sewenang-wenang.

Brahmacari

Kata brahmacari terdiri dari dua kata yaitu brahma dan carya. Brahma artinya Ilmu pengetahuan dan carya artinya gerak atau tingkah laku jadi Brahmacari artinya masa manusi dalam menuntut ilmu pengetahuan dan kesucian sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

Satya

Ini merupakan bagian yang ketiga dari Panca Yama Brata yang artinya benar, jujur, dan setia. Hal ini sangat diperlukan dalam kehidupan karena ada istilah orang pintar banyak tapi mencari orang jujur sangatlah susah. Ini berarti kejujuran, setia, satya wacana ini sangatlah penting didalam kehidupan.

Awyawahara

Artinya tidak terikat oleh ketentuan dan keterikatan hidup keduniawian atau dapat juga diartikan melakukan usaha dengan tulus ikhlas untuk mendapatkan ketentraman bathin.

Asteya

Artinya tidak mencuri atau mengambil milik orang lain tanpa ijin dari sipemiliknya atau orang yang diberikan kewenangan terhadap barang tersebut atau milik negara.

 

Demikian juga halnya bahwa didalam ajaran agama Hindu juga dikenal dengan Tat Twam Asi adalah ajaran moral yang harus ditanamkan sejak manusia lahir sampai meninggal dunia dalam menjalankan interaksi sosialnya yang bernafaskan ajaran agama Hindu. Filsafat Hindu menjelaskan bahwa tat twam asi  adalah ajaran kesusilaan yang tanpa batas, mengandung makna saling menghormati dan menjunjung tinggi prikehidupan setiap orang yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

 

Tat Twam Asi artinya kalau dilihat dari segi kata terdiri dari tiga kata Tat berarti itu (dia), Twam berarti kamu, dan Asi berarti adalah jadi,  Tat Twam Asi  artinya itu/dia adalah kamu/engkau jadi Tat Twam Asi artinya engkau adalah aku dan aku adalah engkau atau dirimu yang diartikan bahwa hidup sama rasa, tidak saling menyakiti antar sesama manusia baik secara pisik maupun psikis karena setiap manusia yang dilahirkan memiliki hak-hak yang harus dihormati.  Sehingga dalam kehidupan sosial terjadi keselarasan berfikir, dan bertingkah laku, saling hormat menghormati sesama manusia, untuk mewujudkan keseimbangan hidup. (AKBP. Made Kartika, S.Ag., SH., MH.).

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image