ORANG HINDU TIDAK HANYA BISA MEMINTA ATAU MEMOHON

,

Dasar Agama Hindu adalah PANCA SRADHA yang paling pertama adalah percaya dengan adanya Tuhan atau Ida Sanghyang Widhi Wasa. Alam beserta isinya ada tentu ada yang menciptakan karena ada hal-hal yang tidak dapat dipecahkan berdasarkan akal atau kemampuan manusia walaupun manusia adalah mahluk yang paling sempurna dari segala ciptaanNya karena memiliki Tri Pramana yaitu Bayu, Sabdha dan Idep.

 

Bayu memiliki tenaga, sabdha bisa berbicara dan idep memiliki akal pikiran sehingga bisa membedakan baik atau buruk suatu perbuatan yang sering disebut dengan ETIKA. Berbicara etika maka penulis berpandangan bahwa ajaran agama Hindu yang dilaksanakan dan dijalankan memiliki landasan etika sebagaimana yang tercantum dalam Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa, Susila dan Upacara.

 

Upacara adalah urutan-urutan acara atau susunan dalam suatu pelaksanaan kegiatan baik bersifat kedinasan maupun kegiatan keagamaan, dalam hal ini upacara yang dimaksud pada kegiatan atau pelaksanaan yadnya. Tattwa adalah suatu cara menjalankan ajaran agama yang memiliki landasan atau dasar sesuai dengan sastra atau Weda. Dengan demikian pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan oleh umat Hindu memiliki tujuan dan filosofi sebagaimana dalam ajaran agama Hindu. Sedangkan susila adalah etika yang menjadi pedoman dalam melaksanakan upacara dan upakara sehingga memiliki nilai estitika.

 

Tri Kerangka tersebut dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai wujud nyata dan dilaksanakan secara turun temurun, terus menerus karena Hindu dalam melakukan pemujaan tidak hanya mengucapkan mantra dan doa saja tetapi disertai dengan yadnya yang merupakan pemberian persembahan secara tulus dan ikhlas sebagai wujud ucapan terimakasih atas limpahan kebahagiaan kepada ciptaanNya. Sehingga umat Hindu tidak hanya bisa memohon tetapi juga mempersembahkan sehingga terjadi keseimbangan antara yang memberi dan yang menerima. Dalam hal ini Tuhan melimpahkan segala kekayaan alam dan manusia yang memiliki akal mengelola serta menikmatinya. (Penulis: AKBP. Made Kartika, S.Ag.MH.)

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image