DESA SUMBER NADI DAN ADAT BUDAYA BALI

,

Penulis menyertai sekretaris Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung, Bapak Made Kartika memenuhi undangan memberi Dharma Wacana pada Piodalan Pura Puseh, Desa Sumber Nadi Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Hari Purnama Sasih Kedasa, Selasa 11 April 2017. 

 

Perjalanan sekitar 2 jam dari Bandar Lampung menuju Sumber Nadi dengan jarak tempuh lebih kurang 100 km menuju arah Selatan Pulau Sumatra. Memasuki jalan Desa Sumber Nadi ingatan penulis seperti memasuki sebuah desa di Bali, kanan kiri jalan menancap penjor menampakkan suasana di Bali saat merayakan hari raya Galungan dan Kuningan, memang hari ini tepat berada antara Hari Galungan dan Kuningan.

 

Awalnya kampung ini merupakan daerah transmigrasi. Warga disini pendahulunya berasal dari Bali yang sebagian besar warga Nusa Penida. Melihat kondisi saat ini penduduk masih teguh menjalankan adat dan budaya Hindu Bali. kesan yang terlihat bahwa orang Bali menyukai keindahan ini dapat diamati dari halaman rumah warga banyak ditanami tanaman bunga, rumah, sanggah/marajan dihiasi motif ukir yang di cat warna-warni, memang menjadi Indah. Ini mungkin yang membuat Bali jadi obyek wisata yang menarik di manca negara.

 

Pura Puseh terletak di pinggir laut, menuju Pura dari jalan lintas Timur Trans Sumatera melintasi rumah-rumah yang sudah bisa dipastikan milik orang Bali, karena seluruh rumah ada Sanggah/Merajan. Sampai di Balai Wantilan Pura Puseh kami disambut oleh Pengurus Parisada Bapak Made Sumiarsa, Bendesa Adat Bapak Wayan Parwata, Para Pemangku dan pengurus lainnya. Kesan ramah, terbuka dan guyub membuat kami betah diskusi dengan mereka. Sebelum rangkaian piodalan dimulai saya juga menyaksikan para ibu menghias anak-anak mereka untuk menari, budaya Bali masih kental terlihat saat ini.

 

Saat matahari mulai tenggelam rangkaian acara dimulai, diawali dengan tari topeng dan beberapa tarian lain diiringi gambelan, penabuhnya warga setempat. Setelah tari Rejang Dewa, persembayangan dimulai, dipimpin oleh Pinandita Pura Puseh. Usai umat metirta, bapak AKBP Made Kartika, S.Ag.MH. dimohon untuk memberikan Dharma Wacana. Beliau menyampaikan tentang Yadnya, pentingnya pendidikan generasi muda, jauhi narkoba, jaga persatuan dan mengundang warga Sumber Nadi untuk menghadiri Dharma Shanti Hari Raya Nyepi yang akan dilaksanakan tanggal 18 April 2017 di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung. Penulis kagum, adat dan budaya Hindu Bali masih terjaga di Sumber Nadi.

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image