WORKSHOP PEMANGKU DAN SERATI BANTEN JAWA

,

Kilas balik, penulis mengikuti perjalanan Jro Bendesa Agung, ketua Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung mensosialisasikan peranan Majelis Adat Pekraman dalam melestarikan adat dan budaya Hindu Bali ke berbagai Kota/Kabupaten di Lampung, kami berkunjung ke Pedepokan “BANYU BENING” Bandarjaya Lampung Tengah yang saat itu sedang melaksanakan workshop Pemangku dan Serati Banten Jawa. Saat itu tanggal 26 Januari 2017, memang peristiwa itu sudah dua bulan berlalu akan tetapi kegiatan ini penting disampaikan untuk mengingatkan kita akan pentingnya pembinaan umat khususnya untuk pembinaan para Pemangku dan Serati Banten Jawa.

 

Banyaknya perbedaan dalam pelaksanaan upakara/upacara di masing-masing daerah sehingga perlu menyamakan persepsi tentang kepemangkuan dan serati banten khususnya Banten Jawa agar tetap sesuai dengan ajaran Agama Hindu. Selama 3 hari (24-26 Januari 2017) para Pemangku dan Serati mendapat bimbingan dan pembelajaran tentang kepemangkuan dan serati banten oleh Romo Ida Pandita Suweca Dharma. Dalam kegiatan ini sekaligus dilaksanakan pawintenan Pemangku dan Serati. Mawinten adalah upacara untuk penyucian diri secara lahir dan batin.

 

Kami pengurus Majelis Adat Pekraman diundang menghadiri acara ini tepatnya pada saat malam Siwaratri, 26 Januari 2017. Dalam acara ini Romo Ida Pandita Suweca Dharma, Sulinggih Pedepokan memberikan waktu kepada ketua Majelis Adat memberikan Dharma Wacana kepada para peserta. Dharma wacana disampaikan Jro Bendesa Agung ( Bapak Ketut Seregig) dan Sekretaris (Bapak Made Kartika). Para peserta workshop sangat antusias mendengarkan Dharma Wacana yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan para Pemangku dan Serati dari umat Hindu suku Jawa ini.

 

Suasana Pedepokan yang tenang, nyaman dan riligius sangat cocok sebagai tempat untuk belajar agama, khususnya agama Hindu.

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image