APA PERLU HARUS MENYATUKAN DAN MEMUSATKAN PIKIRAN

,

Orang sering mengatakan bahwa pikiran itu bagaikan air laut yang selalu bergerak kemana-mana dan super cepat, dari pikiran orang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik begitu pula dari pikiran orang akan memiliki cara pandang pada suatu objek, hal ini sebagaimana dijelaskan pada kitab Sarasamuccaya:

 

" Nyang drstanta waneh, nahan sang bhiksu brata pariwrajaka, nahan sang kamuka, wang gong raga sakta ring stri, nahan tan sregala. Ike tetiga, yata mulating stri rahayu asiki kapwa dudu aptinikakatiga, wangkeling sang pariwrajaka, apan enget anitya tattwa, ling nikang pamuke stri, teke sih ike, kunang ling nikang srigala wastu dur ada baksiya iki, arah wetnyan wikalpaning manah tinut ning wastu bheda". Ss. 86

 

Artinya: ada seorang pendeta yang menjalankan tapa brata dengan sempurna, ada lagi Si Kamuka yakni orang yang hiper sex besar nafsunya bersenang-senang dengan seorang wanita, ada pula seekor serigala, ketiga-tiganya itu melihat seorang wanita masing-masing akan berbeda, pendeta melihat wanita cantik itu adalah mayat, karena secantik apapun wanita kalau sudah mati pasti akan membusuk, namun si Kamuka melihat wanita cantik ia akan bergairah, beda pula dengan srigala melihat wanita cantik adalah daging atau makanan yang lezat. Padahal hanya memandang satu objek namun cara memandangnya yang berbeda. Oleh karenanya mari kita satukan pikiran dan cara pandang yang positif sehingga apapun yang dihadapi kita selalu menilainya dengan baik dan positif. (AKBP. Made Kartika S.Ag, SH.MH.)

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image