Sejarah Berdirinya Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung

Setelah melalui perjuangan panjang sejak tanggal 12 September 2012, akhirnya pada hari Redite Pahing Wuku Ugu, tanggal 22 Mei 2016 Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung terbentuk dan 100 (seratus) orang tokoh dan bendesa adat Bali yang mewakili krama adat Bali yang ada di Lampung secara aklamasi telah menetapkan Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H. sebagai Ketua Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung yang disebut dengan nama adat Jro Bendesa Agung. Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung selanjutnya disingkat (MAP) adalah organisasi tradisional masyarakat adat Bali yang memiliki asal-usul sebagai landasan historis, hukum adat Bali sebagai landasan hukum materiil dan Undang-Undang Nomor: 6 tahun 2014 sebagai landasan yuridis formil, dengan tetap berpedoman kepada ajaran “Tri Hita Karana” dan “tatvam asi” sebagai norma agama dan azas“salunglung-sabayantaka, paras-paros sarpanaya dan asah-asih-asuh”sebagai norma adat Bali.(Artikel sejarah secara lengkap bisa dilihat pada profil web)

Saat Dharma Shanti Hari Raya Nyepi 1939, 18 April 2017 yang lalu tampil sebuah grup musik khas Kabupaten Jembrana Bali “JEGOG” menyambut kedatangan Gubernur Lampung, Ridho Ficardo waktu menghadiri undangan acara ini. Jegog Sanggar Abdi Budhaya “Budi Dharma” berasal dari Desa Jembrana Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur. Musik ini tampil memukau dan unik sehingga menarik banyak tamu undangan untuk berselfi ria di depan alat musik sebelum acara dimulai. Dharma Shanti se Pr...

ORANG HINDU TIDAK HANYA BISA MEMINTA ATAU MEMOHON

,

Dasar Agama Hindu adalah PANCA SRADHA yang paling pertama adalah percaya dengan adanya Tuhan atau Ida Sanghyang Widhi Wasa. Alam beserta isinya ada tentu ada yang menciptakan karena ada hal-hal yang tidak dapat dipecahkan berdasarkan akal atau kemampuan manusia walaupun manusia adalah mahluk yang paling sempurna dari segala ciptaanNya karena memiliki Tri Pramana yaitu Bayu, Sabdha dan Idep.   Bayu memiliki tenaga, sabdha bisa berbicara dan idep memiliki akal pikiran sehingga bisa memb...

DESA SUMBER NADI DAN ADAT BUDAYA BALI

,

Penulis menyertai sekretaris Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung, Bapak Made Kartika memenuhi undangan memberi Dharma Wacana pada Piodalan Pura Puseh, Desa Sumber Nadi Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Hari Purnama Sasih Kedasa, Selasa 11 April 2017.    Perjalanan sekitar 2 jam dari Bandar Lampung menuju Sumber Nadi dengan jarak tempuh lebih kurang 100 km menuju arah Selatan Pulau Sumatra. Memasuki jalan Desa Sumber Nadi ingatan penulis seperti memasuki sebuah desa di Bali,...

Umat Hindu Bandar Lampung melaksanakan persembahyangan di Pura Kerthi Bhuana dalam perayaan Hari Raya Galungan, Rabu 5 April 2017. Sebagian besar umat memahami Hari Raya Galungan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma), dan mensyukuri atas anugrah Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan melakukan persembahyangan.   Saat persembahyangan Galungan di Pura Kerthi Bhuana umat mendapat pencerahan Dharma Wacana tentang makna Hari Raya Galungan dari Bapak I Kadek Sayang,S....

«« Sebelumnya    1  2  3  4  5  6  7  8  9  10      Berikutnya »»
Melasti

Upacara Melasti di Pantai Pasir Putih, peserta Umat Hindu se Provinsi Lampung ...

Baca selengkapnya ››

Tempat Pelaksanaan: Pantai Pasir Putih Lampung Selatan

Diterbitkan pada: , 2017-03-26

Perbaikan Website

20/04/2018 :19:25 BBWI...

Baca selengkapnya ››

Diterbitkan pada: Jum'at, 2018-04-20