Sejarah Berdirinya Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung

Setelah melalui perjuangan panjang sejak tanggal 12 September 2012, akhirnya pada hari Redite Pahing Wuku Ugu, tanggal 22 Mei 2016 Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung terbentuk dan 100 (seratus) orang tokoh dan bendesa adat Bali yang mewakili krama adat Bali yang ada di Lampung secara aklamasi telah menetapkan Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H. sebagai Ketua Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung yang disebut dengan nama adat Jro Bendesa Agung. Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung selanjutnya disingkat (MAP) adalah organisasi tradisional masyarakat adat Bali yang memiliki asal-usul sebagai landasan historis, hukum adat Bali sebagai landasan hukum materiil dan Undang-Undang Nomor: 6 tahun 2014 sebagai landasan yuridis formil, dengan tetap berpedoman kepada ajaran “Tri Hita Karana” dan “tatvam asi” sebagai norma agama dan azas“salunglung-sabayantaka, paras-paros sarpanaya dan asah-asih-asuh”sebagai norma adat Bali.(Artikel sejarah secara lengkap bisa dilihat pada profil web)

PURA SEGARA GARUDA HITAM DIRESMIKAN DANREM 043/ GARUDA HITAM

,

Bandar Lampung, Kamis (15/2) Komandan Korem 043/Gatam Kolonel Inf Hadi Basuki, S.Sos, MM.  M.Tr (Han) meresmikan Pura Segara Garuda Hitam. Pura ini terletak di tempat wisata Pantai Pasir Putih, Desa Rangai, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Pura Segara sudah lama ada di Pasir Putih tapi dibangun kembali dengan lokasinya bergeser ke bibir pantai. Karena terletak di lahan milik Korem secara fisik menjadi aset milik Korem Garuda Hitam tetapi penggunaannya menjadi tanggung jawab umat ...

I Ketut Seregig Jro Bendesa Agung Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung   Siapapun (dia) warga masyarakat pemeluk agama di Indonesia, ingin menjalankan ajaran agamanya itu dengan damai tanpa gangguan dari pihak manapun, termasuk saya sendiri yang beragama Hindu, tentu ingin merasakan ketenangan dan kedamaian dalam menjalankan ajaran agama Hindu yang saya sudah warisi dari para leluhur saya hingga saat ini. Kebebasan dalam menjalankan ibadah agama telah diatur dalam pasal 29 ay...

PURA DALAM PERSPEKTIF HINDU BALI

,

Dr. I Ketut Seregig, SH, MH Jro Bendesa Agung Majelis Adat Pekraman Provinsi Lampung A. PENGERTIAN PURA Istilah Pura dengan pengertian sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat Hindu khususnya di Bali, secara etimologi berasal dari bahasa Sanskerta yang  berarti kota atau benteng yang sekarang berubah arti menjadi tempat pemujaan Hyang Widhi. Sebelum dipergunakannya kata Pura untuk manamai tempat suci/tempat pemujaan, dipergunakan kata Kahyangan atau Hyang. Pada jaman Bali Kuna, ...

KEPEMIMPINAN MENURUT HINDU

,

Secara tradisional dalam suatu kelompok dari suatu tempat ke tempat lain kehidupan manusia dari jaman ke jaman, baik jaman prasejarah setiap kelompok manusia jaman prasejarah sudah mengenal dengan adanya pemimpin atas masing-masing kelompok dalam kehidupan yang berpindah-pindah.   Demikian juga halnya pada jaman sejarah kita mengenal banyak kerajaan-kerajaan dan tidak satupun kerajaan yang tidak memiliki seorang pemimpin yang disebut dengan Raja.   Jaman kemerdekaan terbent...

«« Sebelumnya    1  2  3  4  5  6  7  8  9  10      Berikutnya »»
Melasti

Upacara Melasti di Pantai Pasir Putih, peserta Umat Hindu se Provinsi Lampung ...

Baca selengkapnya ››

Tempat Pelaksanaan: Pantai Pasir Putih Lampung Selatan

Diterbitkan pada: , 2017-03-26

Perbaikan Website

20/04/2018 :19:25 BBWI...

Baca selengkapnya ››

Diterbitkan pada: Jum'at, 2018-04-20